TRafficking
Kurang lebih sebulan lewat, Mei lah ya….Gue kebagian job jemput tamu dari MTV Thailand, via hp gue dengernya MTB = Malaysia Tourism Board
Tamu gue kali ini nyentrik yah image anak muda MTV lah.Satu cewek Bangkok yang keras and alil bit temperamental dan satu lagi pak lek dari Afsel, dia asli bule lah.
Tujuan mereka dateng mau menangkap kehidupan para tenaga kerja wanita di sini, seperti yang mereka lihat saat sedang hang out disekitar Orchard Road pada saat weekend di Singapura.
Bingung, mana ada hal seperti itu di sini? Ada- ada aja….Paling kepenampungan TKI aja, hemmmm gue coba telp beberapa temen yang mungkin thu dimana ada penampungan TKI. Hasilnya? Gak ada yg berani ngomong …maklum polisi dan pihak imigrasi lagi pada galak. Ntar ikut cokok lagi.
But….si Thai girl nelpon kesuatu tempat, menyebutkan sebuah alamat and we go there. Kali ini langkah kanan kali ya, kita bisa ketemu dengan pendiri sebuah shelter/penampungan para TKW yang di abuse, terlunta dan tidak punya apa-apa lagi.
Disini mereka di rawat secara pisik dan psikis, setelah kondisi si TKW memungkinkan maka dia akan ditanyai mau pulang ke kampung? atau mau tetap bekerja sebagai TKW? Jika mereka mau pulang shelter akan memulangkan mereka, jika mereka mau tetap bekerja, mereka akan diberikan pelatihan dan pengetahuan tentang hukum kerja di negara yang akan mereka datangi kembali sehingga hal yang sama tidak terulang lagi.
Pemilik shelter ini tidak main-main dengan tujuan dasar pendirian shelter ini. Program kerja mereka selanjutnya adalah mendapatkan kekuatan hukum bagi para TKW. Mereka memerlukan organisasi yang berbadan hukum dan diakui dunia, dari dan untuk TKW.
Program 01 dollar for 01 voice mulai dicanangkan. Target pertama 1000 suara. Keanggotaan organisasi ini pure 100 % TKW.
Banyak yang sebetulnya telah mereka lakukan, mulai dari menampung para TKW yang terlunta-lunta, melakukan terapi pisik dan psikis, membangun kepercayaan diri yang dirampas, membangun mind set yang benar tentang TKW juga memberikan pengetahuan mendasar tentang hak dan kewajiban yang benar secara hukum bagi mereka di negara tempat mereka bekerja.
Trafficking sama dengan perbudakan, manusia dijual seperti menjual sapi perahan. Tanpa tahu apa-apa dan iming-iming kehidupan yg lebih baik, sudah begitu banyak mawar-mawar bangsa yang tercabik dan berguguran kelopak nilai manusianya dirantau orang, sendirian!!!
Kontrak kerja yang dalam asing, penandatangan yang dilakukan tanpa mengerti apa-apa, terjebak mentah-mentah, hutang yang tidak dimengerti datangnya entah darimana, open your eyes……
Mereka memang teraniaya di negeri orang, tapi bukankah kita sendiri saudara setanah air yang membuat perangkap awal buat mereka? Bagaimana mereka bisa keluar negeri jika dokumen mereka tidak resmi? Bagaimana mereka bisa keluar jika memang mereka tidak kualified untuk apa yang harus mereka kerjakan? Bagaimana mereka bisa keluar jika mereka sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa negara yang akan mereka datangi?Bagaimana mereka bisa keluar tanpa pengetahuan mendasar tentang hukum hak dan kewajiban mereka di negara yang akan menampung mereka bekerja?
Adakah perlindungan dari pemerintah kita bagi mereka SEBELUM mereka keluar?
Bagitu banyak aku baca di koran LSM-LSM, pihak pemertintah mengadakan pertemuan, rapat untuk menanggulangi trafficking yang marak terjadi. Apakah mereka pernah menyertakan para TKW untuk terlibat didalamnya? Ini kan tentang mereka bow, kalau mereka tidak diajak duduk bersama bagaimana solusi terbaik bisa ketemu?
Pertemuan yang tanpa terencana itu membuka mataku ttg kenyataan kehidupan mereka.
Shelter berencana untuk mencetak brosur kecil yang berisi nomor telephone shelter bagi setiapTKW yang membutuhkan. Tetapi yang jauh lebih mendasar dalam brosur itu nantinya akan tertera juga aturan main yang sah secara hukum tentang hak dan kewajiban TKW dalam bahasa ibu, dan nantinya brosur2 ini akan disebar di daerah-daerah "pengekspor" TKW.
Have that simple idea come up pada meeting2 yang membahas tentang trafficking?
Semoga kerja keras shelter diberkati dan dilindungi Tuhan dan mampu menjadi sumber air alami bagi para wanita yang bekerja sebagai maid di negara tetangga.
Kerja bow…..bukan meeting mulu.