GLORY

Glory2 Pemain :

  • Matthew Broderick-Colonel Robert Gould Shaw
  • Denzel Washinton-Trip
  • Cary Elwes-Major Cabot Forbes
  • Morgan Freeman-Sergeant Major John Rawlins
  • Jihmi Kennedy-Jupiter Sharts
  • Andre Braugher-Thomas Serales
  • John Finn-Sergeant Major Mulcahy
  • A film by : Tri-Star picture
  • Directed by : Edward Zwick

Pengantar : eheeem

Sebelumnya mohon maaf kalo cerita nya gak lengkap, abis nontonnya pun gak sengaja, film dah main 1/4 kali baru nemu nih channel. Itupun karena ke gratilan tangan ponakanku yg baru berusia 14 bulan-Damoz…..next time pencet2 lagi remotenya ya Moz…. biar nemu film bagus .

Inilah essen yang aku dapet dari Glory:

Film ini berlatar belakang perang saudara yang berkecamuk di Amrik pada sekitar tahun 1860-an. Ini kisah nyata loh, berdasarkan surat2 Colonel Shaw kepada ibunya. Surat curhat seorang anak kepada ibunya dalam posisi sebagai seorang kapten kulit putih yang harus memimpin pasukan infantri kulit hitam pertama di Amerika, unit relawan 54 Massachusetts. Diantara anak buahnya yang berkulit hitam terdapat beberapa orang yang tumbuh bersama dengannya di daerah Boston tempat kelahirannya.

Keseluruhan cerita berfokus ke bagaimana kaum kulit hitam yang bergabung dalam resimen 54 in berlatih, berformasi dalam resimen tersebut.

Kita bisa melihat bagaimana konflik yang terjadi antara Trip (Washington) dan anggota unit lainnya khususnya Thomas Searles yang adalah teman sepermainan Shaw….akar pahit akibat perbudakan yang dialaminya sebelum bergabung dengan pasukan 54 terus menghantui dan Trip terus bereaksi negatif terhadap kaum kulit putih, juga terhadap kolonel Shaw, mayor Cabot Forbes dan sersan mayor Mulcahy, even ketiga pemimpin tersebut sungguh-sungguh mengasihi pasukan 54 dan melakukan semua yang terbaik bagi pasukan terbuang ini.

Selama masa pelatihan, seluruh pasukan di unit 54 selalu dibedakan dengan unit lain.Pasokan makan, seragam,sepatu, kaos kaki, senjata selalu dikatakan tidak ada. Namun semangat mereka untuk berguna bagi bangsa dan terangkat martabatnya dari seorang budak menjadi warganegara membuat mereka terus bertahan, walaupun keluar undang2 baru yang menyatakan mereka adalah pembelot dan dianggap pengkhianat termasuk di dalamnya Shaw, Cabot, Mulcahy.

Ada banyak ajaran2 moral yang terekam disana sini selama film ini bercerita.

1. Kedisiplinan Mulcahy bukan karena dia membenci kulit hitam, tapi karena dia ingin pasukan ini menjadi pasukan yang sesungguhnya.Sergeant Major Mulcahy : " The boy’s your Friend, is he?" Robert Gould Shaw : "We grew up together, yes" Sergeant Major Mulcahy : "Let them grow up some more". Shaw pernah memarahi Cabot karena melatih unit dengan terlalu lembek, ia mengharapkan unitnya dilatih sesuai dengan ke adaan medan perang yang sesungguhnya (waktu latihan menembak).

2. Persahabatan yang tidak bisa dipisahkan oleh jabatan dan status tetapi dalam konteks yang propesional ditunjukkan secara gamblang oleh Searles. Searles harus mendapatkan ijin bicara jika ingin mengungkapkan sesuatu kepada Shaw tentang pekerjaan, tapi saat salju natal turun, pada malam dingin dimana Shaw sangat rindu rumah dan keluarga…..Searles mengucapkan sepenggal kata " Merry Christmast Robert " yang membangunkan jiwa Shaw.

3.Trip…..Si budak yang penuh dengan kepahitan, tidak pernah mempercayai kulit putih seperti apapun tingkah mereka pada akhirnya mampu menunjukkan kelasnya sebagai the real hero, dia pernah kabur dari barak dan akhirnya tertanggkap, dan dianggap sebagai pembelot. Cabot minta supaya dia tidak dihukum cambuk, tapi Shaw tetap harus menjalankan hukum dengan adil. Trip menerima cambukan diatas puluhan bekas cambukan yang telah membekas seperti parutan dipunggungnya dengan diam, namun hatinya yang sakit karena seperti apapun dia berusaha dia tetap akan menjadi budak tidak dapat menahan air matanya.

4.Shaw tidak akan pernah tahu mengapa Trip yang memang pembangkang kabur dari barak dan kembali sampai dia mau merendahkan hati berbicara dengan si tua John Rawlins (Morgan Freeman) agar John mau melaporkan apa yang dibutuhkan anakbuahnya kepadanya langsung. John hanya mengucapkan sepatah kata "Shoe sir…., they need a shoe". Prangggggggg……..Trip kabur karena mencari sepatu untuk membalut kakinya yang terluka parah akibat berlatih perang tanpa alas kaki, dia mencari sepatu agar  dapat berlatih dengan sepenuhnya dan siap dipakai sebagai tentara untuk berperang.

5.Kesehatian, sepenanggungan….ketika keluar keputusan bahwa gaji anggota unit berkulit hitam dipotong dari USD 13 menjadi USD 10 , Trip mengajak teman2nya untuk menolak hal tersebut dan merobek slip untuk menarik gaji walaupun John yang dituakan menerima hal tersebut dalam diam, Trip tetap berkoar menolak dan akhirnya semua unit merobek slip pengambilan gaji tersebut, selanjutnya Shaw pun memutuskan jika unitnya menolak hal tersebut maka tidak seorangpun diantara mereka (kulit putih) yang akan menerima gaji.

6.Keberanian, Shaw memblack mail atasannya agar pasukanya boleh sungguh2 diturun kemedan pertempuran karena semangat juang mereka yang telah terbakar, hal ini dipicu karena atasan Shaw menyuruh pasukan 54 untuk menjadi kaki tangannya dalam merampas harta tawanan perang. Martabatnya sebagai seorang prajurit tidak mengijinkannya untuk menjarah tahanan perang, membunuh anak2 dan wanita serta tawanan yang sudah menyerah kalah.

7. Percaya diri yang sesungguhnya. Shaw mengajukan pasukannya "54 Massachusetts" untuk menjadi tameng dalam proses merebut Fort Wagner pintu gerbang untuk menaklukan  Charleston (daerah lawan). Jendral Strong menegaskan permintaan Shaw tersebut dengan menanyakan apakah pasukan 54 mampu melakukan tugas berat tersebut setelah 2 hari sebelumnya mereka melakukan pertempuran pertama mereka di Pulau James, Carolina Utara pada tanggal 16 Juli 1863. Shaw membulatkan hati dan percaya mereka sanggup.

8. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, kematian bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Malam sebelum pertempuran besar itu seluruh unit 54 berkumpul, menyanyi dan berdoa…..When we die oh Lord, i know you are there to receive us in your kingdom as a free man!!!(kira2 begitu karena pas nya aku gak inget bener). Trip pada kesempatan itu membuka dirinya kepada seluruh unit…..it’s miracle!!!

9. Martir yang sesungguhnya. Trip (lagi2 dia, hehehe ada kkn=kayak2 nya naksir nih) dari awal pertempuran dia telah memutuskan ikut bertempur bukan karena Shaw, dan ia tidak akan mengibarkan bendera 54 M demi Shaw, tidak akan!!! Searles menyatakan dia siap menggantikan si pembawa bendera unit jika ternyata sipembawa bendera tewas dalam penyerangan ke Fort Wagner. Dalam pertempuran yang dimulai dari pagi hari (aduh mak pemandangannya itu breathtaking banget) sampe pagi itu, Shaw menunjukkan  arti seorang pemimpin prajurit perang yang sejati….Melihat teladan yang dibuatnya Trip tanpa ragu2 mengambil tempat yang dijanjikan Searles, menjadi pembawa bendera unit dan berteriak lantang " Serang!!!!!!1 ".

10. An anti war statement. Walau dari awal film ini sarat dengan suana perang, tapi sebetulnya pesan yang secara keras diperdengarkan adalah anti perang. Trip: " i mean, what’s the point? ain’t nobody going to win. It’s just going to go on and on." RGS: " It can’t go on forever." Trip : " Yah, but ain’t nobody going to win, sir."

Film ini…..dari awal sampai akhir membuat ku tak berkedip, terpesona sampai ke sumsum…….it is two thumbs up!!!

Mau lagi deh nonton ulang, abis yang depannya ketinggalan…..

 

Leave a Reply